Terburu-buru Mencintai

Posted on

Terburu-buru MencintaiDi zaman yang modern ini yang penuh dengan kecanggihan teknologi ikut merubah kemajuan kehidupan kita, tapi mungkin tak berpengaruh oleh “persoalan hati”. Cinta tak akan pernah hilang oleh zaman, karena cinta merupakan karunia Tuhan yang tertanam didalam perasaan dan jiwa makhluk seperti manusia.

Berbicara soal hati atau perasaan, kisah ini lebih condong ke kaum muda, kita pasti mengerti dan paham bahwa yang namanya anak muda memiliki semangat yang tinggi atau menggebu-gebu. Setiap mengerjakan atau melakukan sesuatu yang disukai, pasti dibarengi dengan naluri yang sangat tinggi.

Nah, kalau hal itu dibawa ke persoalan asmara, terkadang si pemuda itu lupa diri karena sentuhan “persoalan cinta”, sudah pasti semangat yang tidak ada batasnya, seolah-olah persoalan cintanya lebih penting dari segalanya, padahal masa depan cintanya belum pasti berjalan mulus, dan kemungkinan besar berakhir pahit karena dibutakan yang namanya “Manisnya cinta” dan melupakan yang namanya “Pahitnya Cinta”.

Sebuah kisah dari seorang pemuda, kita sebut saja namanya “si jago” , dia (si jago) baru saja putus dari kekasihnya. Si jago ingin menunjukkan kepada orang-orang disekitarnya bahwa dia adalah cowok yang jagonya cepat “move on” dari yang namanya mantan. Jadi disini nafsu terburu-buru mengusai pikirannya, apalagi sang mantan sudah punya kekasih baru, tak ada alasan lagi buat si jago untuk tidak menunjukkan aksi “move on express” dalam waktu dan tempo sesingkat-singkanya.

Setelah keluar dari bayang-bayang sang mantan, si jago langsung juga kecantol sama Bunga (calon gebetan). Mulailah sesi pedekate, jurus-jurus andalan dikeluarkan dan pengorbanan pun digelontorkan. Lama Pedekate itu memakan waktu 4 bulan, dan hasilnya….GAGAL !!! Tetapi si jago ini menerima dengan lapang dada, diselimuti oleh kekecewaan berat, emosinya pun meluap-luap.merasa disia-siakan oleh si Bunga. Semangat bangkitnya pun semakin kuat, dan tentunya gerak cepat mencari gebetan lain dalam waktu singkat. Beberapa hari kemudian calon gebetan sudah dapat. Seperti biasa, rumus pedekate kembali diterapkan. Dan hasilnya kali ini berhasil ! Si jago sudah mendapatkan pengganti, tentunya hatinya senang luar biasa sudah merasa dirinya memang jagonya move on. Tapi sayang sekali hubungannya dengan kekasih barunya itu hanya seminggu.

So, ini mungkin contoh kecil sekaligus pelajaran buat teman-teman yang masih hangat-hangatnya berurusan dengan asrama. Rasa ambisi dan terburu-buru itu tidaklah bagus dimasukkan dalam resep buku asmara. Yang namanya rasa buru-buru itu pastilah hasilnya kurang baik, tetapi dibalik kesendirian itu ada hikmahnya. Waktu untuk belajar untuk keluarga dan teman-teman lebih banyak. Meskipun menjalani hari-hari tanpa seorang kekasih memang nyesek sih rasanya. Buka mata dan pikiran, percayalah Tuhan sudah mengatur yang namanya jodoh. Teruslah berusaha dan berdoa, masa depan lebih diprioritaskan, keluarga dan sahabat lebih nyata selalu ada membantu untuk kita. Semoga artikel ini cukup menghibur dan bermanfaat. Sekali lagi, jangan Terburu-buru mencintai !!!

 

Penulis,

Robbin Tenriawan.

Baca juga :   Cara Meredam Rasa Cemburu Yang Berlebihan
Nama saya Ega Patria. biasa dipanggil Ega, kak, woi, om, gan, bro, bebih atau sayang. Tapi agak sedikit merasa geli kalau dipanggil "Ayah". Tapi tidak apa-apa. Yaaa intinya terserah dari Kalian mau panggil Saya apa, yang jelas Saya paling suka dipanggil makan. Selengkapnya tentang saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *