Home » Berita » 800 Ribu Situs yang Memuat Konten Negatif Diberantas Kemkominfo

800 Ribu Situs yang Memuat Konten Negatif Diberantas Kemkominfo

kemkominfo

Dok: Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Kampanye pemberantasan konten-konten negatif yang beredar di internet terus digencarkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Kali ini, Kemkominfo mengklaim telah menyapu bersih ratusan ribu situs yang diduga memuat konten negatif.

Menurut kabar terakhir, sekitar 800 ribu situs bermuatan konten negatif telah dibersihkan dalam kurun waktu dua tahun belakangan. Bukan hanya itu saja, tapi kampanye dari Kemkominfo untuk membersihkan dunia maya juga ditambah melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Akhirnya, dibuatlah banyak situs yang bermuatan dengan konten positif dalam sebuah program bernama “Positive List”.

Baca :   Kedai Kopi Ini Bebas Menjual Kopi Sianida, Bahkan Pengunjung Suka

Dalam dua tahun, setidaknya sudah ada 250 ribu situs yang menghadirkan konten-konten positif dalam program tersebut. Adapun konteks konten positif yang dimaksudkan Kemkominfo adalah konten yang memuat materi-materi berbau budaya dan pendidikan. Intinya, semua harus bermanfaat dan meninggalkan kesan positif untuk pembacanya.

Menkominfo Rudiantara menyampaikan bahwa penanganan konten negatif di Indonesia ini bukan hanya perlu digencarkan oleh pihak Kemkominfo saja. Akan tetapi, semua elemen harus turut serta agar konten negatif tidak semakin besar dan dapat ditanggulangi.

Baca :   DET: Solve the Mystery, Game Android Terbaru Karya Anak Bangsa

“UU ITE mempunyai dua pokok bahasan, yaitu soal pembatasan akses dan literasi. Untuk dapat mensustain dua hal tersebut, maka semua harus ikut andil di ranah ini, bukan hanya dari pemerintah saja,” ujar Rudiantara.

Sementara itu mengenai apa saja konten yang masuk dalam konteks negatif, yang saat ini sedang diperangi masyarakat Indonesia, di antaranya adalah ajakan adu domba berbau SARA atau berita kebohongan alias hoax yang disebarkan demi kepentingan politik.

Miris memang, karena selama ini konten negatif seperti yang disebutkan tadi sudah merajalela di dunia maya Indonesia. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai lahan bisnis yang menjanjikan bagi pelakunya.

Baca :   Kenapa Paspor Dibuat Cuma 4 Warna? Ini Penjelasannya!

Kemkominfo pun bahkan sampai meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa mengenai hukum dan pedoman bermuamalah di situs-situs media sosial. Fatwa ini dinilai Rudiantara bisa melengkapi kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah, guna menanggulangi konten negatif yang dengan mudahnya tersebar di media sosial.

“Dengan lebih seringnya disosialisasikan tentang fatwa ini, maka masyarakat akan lebih berkurang dari paparan konten negatif,” lanjut pria yang akrab disapa Chief RA.

About Bagas Dharma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*