Penyebab Tidak Pergi Malam Mingguan

Posted on

Penyebab Tidak Pergi Bermalam MingguanMalam minggu sudah dianggap sebagai malam yang panjang dari malam- malam sebelumnya. Biasanya tempat-tempat nongkrong seperti warkop, mall, café dan tempat-tempat nongkrong lainnya pasti pada penuh sesak oleh orang-orang yang menjalani ritual malam mingguan. Bahkan saking penuhnya tempat-tempat tersebut, ada segelintir manusia yang mencari alternatif tempat tongkrongan lain yaitu Flyover.
Tapi tidak semua orang selalu menghabiskan sabtu malamnya dengan pergi bermalam mingguan. Ada juga yang tetap tenang di rumah karena beberapa penyebab.

Baca juga :   Tips Membuat Mantan Menyesal Putus Dengan Kamu

Berikut beberapa penyebab tersebut:
1. Istirahat
Salah satu penyebab hari senin adalah hari yang berat dan membuat letih adalah karena energi kita sudah habis terserap dengan kegiatan-kegiatan saat akhir pekan. Survei membuktikan lebih dari 80% pekerja merasa 2 kali lebih letih pada hari senin. Untuk itu, mereka biasanya menggunakan waktu malam minggunya untuk istirahat di rumah.

2. Macet
Hari lain aja macet , apalagi malam minggu pasti lebih macet. Karena semua orang pada berbondong-bondong keluar dari sarangnya. Jadi ada beberapa orang yang berpikir mending tidak usah keluar, daripada harus terjebak macet selama berjam-jam sebelum sampai ke tempat tongkrongan. Daripada bete kena macet di jalan dan jengkel, mending di rumah bersantai. Agar waktu jalan sama pasangan tidak terganggu dengan macet yang menjengkelkan, mungkin ada baiknya hari berkencannya saja yang di ganti.

3. Kumpul Dengan Orang tua
Penelitian sebuah universitas di Inggris menyebutkan, lebih dari 50% orang tua merasa kesepian ketika ditinggal oleh anaknya saat akhir pekan. Mungkin ada baiknya, malam minggu digunakan untuk tinggal dirumah menghabiskan waktu bersama orang tua. Petuah bijak mengatakan, “Barang siapa bisa membahagiakan ibu bapaknya, ia sudah pasti bisa membahagiakan istrinya kelak”.

4. Hemat
Percayalah, malam mingguan adalah strategi dagang yang dibuat oleh kapitalis supaya kita menghambur-hamburkan uang yang kita dapat setelah bekerja selama 6 hari. Tidak keluar rumah saat malam minggu bisa menghemat pengeluaran, khususnya buat anak-anak muda yang berkantong tipis dan bermodal pas-pasan.

5. Masih Ada Kerjaan
Ini Untuk mereka yang ekstra sibuk. tidak kenal dengan kata weekend. Biarpun sudah hari sabtu, tetap saja masih disibukkan sama kerjaan yang masih menumpuk. Malah kerjaannya sampai dibawa pulang ke rumah segala. Untuk kalian yang punya alasan seperti ini, harus punya pasangan yang super pengertian. Soalnya kalian lebih memilih kerjaan dibandingkan menghabiskan waktu malam mingguan bersama dia.

6.Capek
Sibuk dari hari senin sampai sabtu. Menyelesaikan tugas sekolah, kuliah dan kantor, kebanyakan dari kalian pastinya sangat capek . Alhasil malamnya jadi malas kemana-mana, Cuma pengen tidur atau paling tidak nonton koleksian film di rumah.

7. Wujud Simpati Terhadap Para Jomblo
Tidak keluar malam mingguan adalah salah satu wujud simpati dan solidaritas kita terhadap kaum-kaum jomblo yang ada di muka bumi ini. Betapa tidak, maraknya dijumpai di media sosial para jomblo tersebut merasa sangat tersiksa, ketakutan, terkucilkan, sampai terdzholimi saat waktu malam minggu telah tiba.

8. Jomblo
Kalau  yang ini sih, kebanyakan para jomblo tidak ada yang mau mengaku. Kalau ditanya “kenapa gak malam mingguan?” biasanya mereka ini pura-pura tuli atau menjawabannya dengan alibi “sudah pernah kok dulu”, “penting ya?”, atau “maaf ya, gak  tau  malam minggu, taunya cuma sabtu malam”. Padahal sebenarnya sih, tidak ada yang mengajak atau yang mau diajak jalan. Tapi sesungguhnya jadi jomblo tetap bisa juga kok malam mingguan  diluar, yang penting teman-teman kalian juga pada jomblo, jadi bisa malam mingguan sesama spesies jomblo.

Nama saya Ega Patria. biasa dipanggil Ega, kak, woi, om, gan, bro, bebih atau sayang. Tapi agak sedikit merasa geli kalau dipanggil "Ayah". Tapi tidak apa-apa. Yaaa intinya terserah dari Kalian mau panggil Saya apa, yang jelas Saya paling suka dipanggil makan. Selengkapnya tentang saya

Tinggalkan komentar