Inilah 4 Bioskop Ternama di Bandung Yang Menjadi Primadona di Jamannya

Posted on

Bioskop adalah tempat paling romantis ketika sedang kencan dengan pasangan. Apalagi jika tontonan kita adalah film-film yang bergenre romantis juga. Namun, jika bioskop tersebut tidak terawat atau tempatnya kurang nyaman maka acara kencan Anda juga pasti terganggu. Seperti halnya pada 4 bioskop Bandung yang dulunya adalah primadona disana tapi sekarang sudah seperti gedung berhantu. Jika, Anda orang Bandung pasti pernah melihat bioskop-bioskop primadona di jamannya ini. Karena, Saat ini, hanya terdapat segelintir bioskop saja yang menguasai industri perfilman di Indonesia. Namun, siapa sangka, ternyata pada masanya dulu ada banyak sekali bioskop yang sering didatangi oleh para penikmat film di Indonesia, khususnya Bandung. Ini dia empat di antaranya:

Baca juga :   Sahabat Sejati Itu Adalah Teman Kuliah! Inilah Alasanya

Bioskop Panti Karya

Pernah penasaran akan asal-usul gedung menyedihkan yang terletak di seberang gedung mall Bandung Indah Plaza? Dulu, gedung ini digunakan sebagai bioskop yang dikenal dengan nama bioskop Panti Karya.

Bangunan milik PJKA yang berdiri pada tahun 1956 ini tidak selalu menjadi bioskop. Pada awalnya, gedung ini digunakan sebagai kantor untuk Badan Sosial Pusat (BSP). Baru pada sekitar tahun 1970-an, lantai dasar bangunan ini dialihfungsikan menjadi bioskop Panti Karya.

Bioskop ini hanya memiliki satu ruang pertunjukan, tidak seperti bioskop-bioskop sekarang yang memiliki berbagai ruang pertunjukan untuk memutarkan bermacam-macam film pada satu waktu. Selain itu, bioskop ini juga kabarnya memiliki semacam balkon yang bisa menampung sekitar 200 kursi penonton. Wah, seperti apa ya pengalaman menonton bioskop di masa itu?

Bioskop Vanda

Tidak jauh dari lokasi bioskop Panti Karya, terdapat bioskop Vanda. Apakah namanya terdengar tidak asing di telingamu? Itu karena bioskop ini dulu berdiri di tempat yang sekarang telah disulap menjadi Taman Vanda.

Sebelum namanya berubah menjadi Vanda, dulu bioskop ini terkenal dengan nama de Rex. Setelah itu, bioskop ini berganti nama lagi menjadi bioskop Panti Budaya. Bioskop ini populer bagi para pelajar sekolah.

Kabarnya, terdapat perbedaan kasta pada Bioskop Panti Karya dan Bioskop Panti Budaya (Vanda). Panti Budaya dianggap sebagai bioskop kelas satu, sementara Panti Karya termasuk dalam kategori bioskop kelas dua. Perbedaannya terdapat pada giliran: semakin tinggi kelas bioskop, semakin cepat mereka dapat memutarkan film kepada para penonton.

Bioskop Regent

Bioskop yang dulu terletak di Jalan Sumatera nomor 2 ini terkenal di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Kembang karena harga tiketnya dianggap terjangkau. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota juga merupakan salah satu poin tambahan untuk bioskop ini.

Film-film yang diputar di bioskop ini termasuk film lokal dan juga film internasional. Di sisi luar gedung, biasanya terpampang poster-poster film yang tengah diputar di kala itu.

Bioskop ini pada akhirnya tidak mampu bertahan dalam persaingan melawan bioskop-bioskop modern, dan harus menutup usia di sekitar bulan Juli tahun 2011. Meski begitu, nama bioskop ini rasanya tetap akan terkenang di hati masyarakat Bandung.

Bioskop Palaguna Nusantara

Remaja Bandung saat ini mungkin sudah tidak mengenal lagi nama “Mall Palaguna”, namun untuk penduduk Bandung yang telah tinggal sejak beberapa puluh tahun yang lalu, gedung yang terletak di dekat alun-alun ini termasuk salah satu pusat perbelanjaan yang paling populer, apalagi dengan adanya bioskop Palaguna Nusantara di sana.

Sama seperti kasus Bioskop Regent, Bioskop Palaguna yang masih beroperasi hingga ujung tahun 1990-an harus rela kehilangan kemampuannya untuk bersaing dengan bioskop-bioskop baru yang modern, sehingga juga harus ditutup pada tahun 2011. Sekarang gedung ini tengah dirubuhkan untuk kemudian dibangun gedung baru.

Meskipun bioskop-bioskop ini sudah tidak lagi berdiri di Bandung, namun nama mereka akan selalu harum di kenangan masyarakat Bandung pada eranya. Adakah bioskop Bandung jaman dahulu yang lain yang masih kamu ingat?

Sumber : Selipan.com

Firman Rasyid lahir di Parepare, 18 Juni 1988. Firman yang lebih akrab dipanggil Immunk ini adalah seorang pria tertutup yang hampir tidak pernah sama sekali membagikan masalahnya kepada orang lain. Atau mungkin karena hidupnya memang tidak pernah bermasalah sama sekali (Perlu dipertanyakan). Selengkapnya tentang saya

Tinggalkan komentar