Ternyata Dampak Gadget Lebih Parah Dari Narkoba!

Posted on

Penggunaan gadget seperti smartphone tablet di jaman sekarang ini sudah menjamur. Anak – anak yang masih belajar berjalan pun sudah diberikan akses untuk memegang perangkat yang penuh dengan radiasi tinggi ini. Dan, tentu saja kita semua tahu arti radiasi pada tubuh kita bukan? Nah, apa jadinya jika seorang balita yang masih dalam tahap pertumbuhan diberi akses untuk memegang dan memainkan gadget tersebut.Ternyata Dampak Gadget Lebih Parah Dari Narkoba! oleh tekno rumah onlineku

Baca juga :   Teknologi Canggih Apple Ternyata Masih Menggunakan Teknologi Lama, Pager

Diantara kita semua pasti banyak yang sering sekali memakai beberapa sekaligus gadget dalam waktu yang bersamaan. Saya saja menggunakan dua buah gadget yang selalu ada dihadapan Saya untuk menemani Saya menulis artikel di Rumah Onlineku ini. Bagi Saya perangkat elektronik yang berbau komputer dan semacamnya cukup wajar selalu ada berada didekat Saya. Karena, terkadang Saya sendiri mencari trik – trik terbaru seputar perangkat gadget seperti smartphone ini.

Untuk sebagian orang juga ini merupakan hal wajar juga, apalagi buat kalangan pebisnis, hal ini tentunya merupakan hal umum yang sering dilakukan. Kesibukan seorang entrepreneur mengharuskannya untuk menggunakan gadget – gadget tersebut secara bersamaan. Tapi, seperti yang seperti Saya katakan di awal tadi, bahwa gadget ini dapat merusak kesehatan Anda, khususnya pada bagian otak.

Pemakaian beberapa gadget yang langsung bersamaan tersebut beresiko buruk untuk otak manusia. Dengan menggunakan beberapa gadget bersamaan menurut penelitian ternyata bisa menurunkan tingkat kecerdasan (IQ), karena otak terganggu dengan penggunaan gadget yang bersamaan tersebut, sehingga otak kita bekerja tak teratur.

Saat pikiran tengah berkonsentrasi pada satu informasi, informasi tersebut akan diolah dengan cara baik dan benar. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam hippocampus, atau sebuah perpustakaan dalam otak kita dimana data ditata dengan baik, tidak seperti data pada komputer Saya yang berantakan entah dimana mencari data terakhir yang Saya save kemarin :’(. Semua data dalam otak kita itu lalu dikategori hingga memudahkan kita untuk mengambil dalam bahasa lainnya mengingatnya kembali.

Akan tetapi jika kita melakukan beberapa pekerjaan sekaligus secara bersamaan, info disimpan dibagian otak yang lain yang bernama striatum. Sisi otak yang satu ini turut ikut serta dalam gerakan rencana serta motivasi, bukannya untuk menyimpan data. Jadi, bisa dikatakan fungsi dari sisi otak yang satu ini seperti dengan RAM pada komputer, hanya sementara saja. Jadinya, jika setelah selesai diolah mungkin akan hilang kembali, sehingga sulit untuk Anda mengingatnya lagi kembali.

Beberapa peneliti dari University of Copenhagen, Denmark menyebutkan, mengirimkan data ke daerah otak striatum membentuk beberapa pola, mengirim info kembali ke otak untuk menaruh info ditempat yang salah.untitled

Beberapa ilmuwan yang melakukan penelitian itu menyampaikan, bahwa setiap saat manusia ketika berpindah dari perangkat seperti smartphone satu ke smartphone yang lainya, tubuhnya akan mengeluarkan zat kimia L-dopa yang dinamakan dengan nama hormon dopamin.

Tahukah Anda hormone dopamin ini? Apabila jumlah kandungan hormone dopamin ini ada hubungannya dengan penyalahgunaan obat – obatan terlarang. Beberapa peneliti dan bahwak ilmuwan menyampaikan bahwa menggunakan gadget yang banyak bersamaan atau hanya sekedar berpindah dari satu gadget ke gadget yang lain, beresiko pada kekuatan kognitif yang lebih buruk dari pada mabuk karena pengaruh obat terlarang.

Firman Rasyid lahir di Parepare, 18 Juni 1988. Firman yang lebih akrab dipanggil Immunk ini adalah seorang pria tertutup yang hampir tidak pernah sama sekali membagikan masalahnya kepada orang lain. Atau mungkin karena hidupnya memang tidak pernah bermasalah sama sekali (Perlu dipertanyakan). Selengkapnya tentang saya

Tinggalkan komentar