Penelitian Foto Selfie Berarti Ciri-Ciri Gangguan Jiwa

Posted on

Sebuah kajian terbaru mengatakan, orang yang sering foto selfie kemungkinan besar mereka egois dan bisa juga mengalami gangguan jiwa. Kini selfie tidak memandang usia atau siapapun. Dan biasanya, setelah mereka selfie foto tersebut akan langsung mereka upload ke media sosial.

Para penyelidik dari Ohio State University berpendapat bahawa orang-orang mengupload banyak foto selfie, itu merupakan ciri-ciri sakit jiwa atau gangguan jiwa, seperti kurangnya empati. Hal ini cenderung kepada mereka kaum pria. Pria yang sering memuat naik foto selfie mereka ke media sosial apapun miliknya mereka lebih narsis dan impulsif.

Penelitian Foto Selfie Berarti Ciri-Ciri Gangguan Jiwa oleh rumah onlinekuMasalah besar untuk para pria mengalami self-objectification yang artinya jika dirinya lebih memikirkan pendapat orang lain daripada pendapat diri sendiri tentang foto peribadinya itu. Bahkan untuk menuai komen-komen pujian dari para netizen, mereka rela menghabiskan waktunya hanya untuk mengedit foto-foto selfie mereka sebelum bagikan atau share ke media sosial.

Pengeditan foto dengan tujuan memperbaiki penampilan merupakan tanda dari self-objectification, hal ini disampaikan oleh pembantu profesor komunikasi Jesse Fox di Ohio State University.

Dengan semakin tingginya penggunaan media sosial, setiap orang kini lebih memikirkan penampilan mereka. “Itu artinya self-objectification akan menjadi masalah yang lebih besar pada pria, dan juga tidak tertutup kemungkinan untuk wanita.”

 

 

Baca juga :   Trik Ampuh Membersihkan Perabot Berbahan Stainless
Firman Rasyid lahir di Parepare, 18 Juni 1988. Firman yang lebih akrab dipanggil Immunk ini adalah seorang pria tertutup yang hampir tidak pernah sama sekali membagikan masalahnya kepada orang lain. Atau mungkin karena hidupnya memang tidak pernah bermasalah sama sekali (Perlu dipertanyakan). Selengkapnya tentang saya

Tinggalkan komentar