,

7 Perwira Aktif Polri dan 1 Bripka Ikut Mencalonkan di Pilkada 2018

by
pilkada serentak 2018
Dok: detik.com

 

Pilkada Serentak 2018 akan berlangsung di awal tahun ini. Para calon Kepala Daerah pun telah mendaftarkan diri dengan dukungan partai-partai di belakang mereka. Tak terkecuali bagi beberapa anggota kepolisian yang ternyata juga mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah. Adapun anggota kepolisian yang ingin mencalonkan diri dalam Pilkada Serentak 2018 sebelumnya diharuskan mundur dari instansi terlebih dahulu.

Walau demikian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa apabila ada anggota yang gagal saat penetapan calon, mereka masih bisa kembali menjadi anggota. Namun, keputusan itu tetap dikembalikan pada anggota sendiri, yang telah memilih mundur demi mengikuti Pilkada. Tito pun mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu sampai dengan penetapan calon oleh KPUD. Yang jelas, tidak ada larangan jika anggota untuk kembali bergabung ke Polri.

Baca Juga :   Tips Memilih Laptop Bagus Untuk Mahasiswa

“Sebenarnya kami masih akan menunggu sampai dengan penetapan. Kalau nantinya mereka tidak terpilih dan masih mau mengabdi sebagai polisi, tidak ada larangan untuk itu,” ujar Tito di Gedung Mendagri, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

“Akan tetapi apabila mereka memilih untuk tetap keluar atau pensiun dini, kami akan memfasilitasi. Tidak ada larangan juga,” imbuhnya.

Di sisi lain, Polri juga mengimbau anggotanya untuk tetap bersikap netral dalam Pilkada 2018 ini dengan tidak melakukan swafoto atau selfie. Hal itu diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

“Untuk para anggota yang bertugas mengamankan atau mengawal, diimbau agar tidak berfoto selfie bersama para calon, yang nantinya mungkin akan diunggah di media sosial atau lainnya,” jelas Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Baca Juga :   Peresmian Monumen Cinta Sejati Habibie & Ainun

Menurut Setyo, Polri tidak mau foto-foto seperti itu nantinya akan tersebar dan memunculkan penilaian berlawanan dengan prinsip netralitas. Selain itu, para anggota yang saat ini sedang memproses pengunduran diri untuk mengikuti Pilkada juga diimbau agar tidak lagi memakai atribut Polri hingga mereka resmi keluar dari Polri.

“Jangan sampai nanti ada image berbeda dan lain-lainnya,” tambah Setyo. “Sekarang yang jadi masalah adalah waktu yang diberikan sampai dengan 12 Februari. Kami sudah mengimbau agar mereka (yang mengikuti Pilkada) supaya tidak memakai atribut Polri,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2018 nanti akan turut diikuti oleh para perwira Polri yang masih aktif. Secara keseluruhan ada tujuh perwira polisi aktif yang akan ikut serta, ditambah dengan satu anggota berpangkat Brigadir Kepala (Bripka).

Baca Juga :   Dewa Hacker 17 Tahun Dengan 50 Ribuan Korban

Dikutip detik.com dari data KPU, berikut daftar anggota polisi yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018:

  1. AKBP Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat : Bakal Calon Bupati Tapanuli Utara (Demokrat-Hanura-PKPI-Gerindra)
  1. Kombes Syafiin : Bakal Calon Bupati Jombang (Hanura-PDIP)
  1. AKBP Marselis Sarimin : Bakal Calon Bupati Manggarai Timur (Demokrat-PDIP-NasDem)
  1. Irjen Pol Murad Ismail : Bakal Calon Gubernur Maluku (PAN-PPP-PKPI-PKB-Hanura-Gerindra-PDIP-NasDem)
  1. Brigadir Kepala Nichodemus Ronsumbre : Bakal Calon Bupati Biak Numfor (PKB-PN-PPP-Demokrat-NasDem)
  1. Irjen Pol Anton Charliyan : Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (PDIP)
  1. Irjen Pol Safaruddin : Bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Hanura-PDIP)
  1. AKBP Ilyas : Bakal Calon Wakil Wali Kota Bau Bau (perseorangan)