Ada Ustaz Maulana, Kediaman Cicu Dipenuhi Ribuan Jamaah Pengajian

by

Program Home Care Dottorotta’ yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar oleh sejumlah warga dianggap belum berjalan maksimal.

Warga mengaku, jika program tersebut tidak berlaku lagi bagi masyarakat kurang mampu. Padahal sasaran Home Care Dottorotta’ menurut dia, lebih memprioritaskan kalangan masyarakat yang tingkat ekonominya memprihatinkan.

“Program ini justru lebih mengutamakan kalangan masyarakat yang tingkat ekonominya lebih di atas. Masyarakat kurang mampu justru tidak merasakan Home Care Dottorotta,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, M Halil, Senin (5/3/2018).

Menurut Halil, program tersebut yang katanya berlaku gratis untum penjemputan warga sakit di rumah masing-masing justru dipungut biaya transfortasi.

Bukan hanya itu, pelayanan yang diklaim aktif selama 24 jam, juga ternyata tidak tidak maksimal.

“Ditambah lagi pasien tidak perlu memiliki kartu jaminan kesehatan atau identitas lainnya, dan yang terpenting karena mereka tidak perlu lagi mengantri. Ini juga hanya bentuk pencitraan. Buktinya kartu BPJS tetap di pertanyakan. Bahkan, tidak dilayani jika tidak punya kartu ampuh tersebut,” terangnya.

Olehnya, Halil menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang hanya kerjaannya pencitraan dan meraih penghargaan.

“Buat apa penghargaan jika masyarakatnya menjerit. Ini membuktikan Pak Danny lebih mementingkan pribadinya ketimbang rakyat,” pungkasnya.

alterntif text

Adapun program yang digagas pasangan nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi tentang penghapusan ritribusi sampah, rogram kesehatan berobat tanpa kelas di Rumah Sakit sangat membantu masyarakat bawah.

“Kami sangat mendukung program Appi- Cicu, ini hal yang paling dibutuhkan masyarakat,”ujarnya.

Halil menyakini program Appi-Cicu ini akan dijalankan dengan baik, apalagi sosok pasangan ini memiliki komitmen tinggi dan dikenal merakyat, santun dan religius.

“Termasuk program pemerintah tentang pengadaan lampu lorong. Itu juga tidak berjalan,” bebernya.

Sementara itu, dalam kunjungannya di Keluarahan Barombong, Minggu (4/3/2018) malam, antusiasme masyarakat menyambut kehadiran Cicu sangat besar.

Teriakan jangan memilih pemimpin yang suka mengumbar janji politik terus menggema dalam kampanye dialogis duet Pengusaha-Politisi itu.

“Kita tidak usah menebar janji kalau tak bisa direalisasikan, masyarakat tentunya sangat membutuhkan program yang langsung menyentuh. Alhamdulillah program Appi-Cicu sangat berpihak kerakyat,”kata Halil menambahkan.

Keberadaan politisi perempuan pertama mewakili Indonesia di ajang Women Campaign School in Yale University of America 2016 lalu itu, betul-betul memanfaatkan masa kampanye yang tersisa kurang lebih tiga bulan.

“Keinginan kami adalah bagaimana masyarakat kedepan betul-betul merasakan pelayanan kesehatan tanpa pungutan. Ini yang menjadi fokus kita,” kata Cicu menjelaskan program unggulannya ke masyarakat tentang
program kesehatan berobat tanpa kelas di Rumah Sakit. (*)

Source link