Ada yang mengaku korban black campaign, Mustafa: jangan cederai demokrasi

by

Parepare – Juru bicara Paslon Taufan Pawe – Pangerang Rahim,  Andi Mustafa Mappangara, mengungkapkan, ada pihak yang kebakaran jenggot lalu memanfaatkan momen untuk menarik simpati publik dengan trik mengklaim dirinya di-black campaign.

Hal itu di kemukakan Ketua PDIP Parepare tersebut, menyusul pemberitaan dari pihak Paslon lawannya, yang menanggapi isu mengenai program call centre 112.

Mustafa menegaskan,  call centre 112 merupakan program yang digagas oleh Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe yang kini sedang cuti Pilkada. Program itu, kata dia,  murni dari ide pemikiran Taufan Pawe sejak awal menjabat, kemudian diluncurkan pada tahun 2014.

“Ya, ada yang kemudian merasa pihaknya di-black campaign untuk menarik simpati publik. Paslon kami tidak pernah sekalipun melakukan cara-cara demikian. Kami sangat menghargai pesta demokrasi ini, dan kami yakin publik sudah tahu itu,” tutur  Puang ucu, sapaan Mustafa .

Mustafa pun mengajak seluruh tim Paslon agar tidak melakukan hal atau perilaku yang dapat mencederai jalannya pesta demokrasi.

“Karena ini pestanya rakyat, pilihan merupakan hak dan kedaulatan rakyat. Mari kita hormati dan jangan mencederai momen ini dengan cara yang tidak elegan,” beber Mantan Kadis Pendidikan Parepare ini.

Justru, kata Mustafa, Paslon TP-Pangerang-lah yang selama ini menjadi korban kampanye hitam (black campaign) oleh kelompok tertentu, baik secara langsung maupun dari media sosial Facebook.

Bahkan, kata Mustafa,  tidak sedikit pelaku ujaran kebencian menggunakan akun palsu yang cenderung berpihak ke Paslon lawannnya secara terang terangan menyudutkan Paslonnya.

“Ada bahkan yang memuat unsur mencela, menghasut, dan bahkan memfitnah paslon kami. Tapi kami sabar. Kami sangat menghormati aparat hukum, karena itu memang ranahnya,” ungkap Mustafa Mappangara.

Bagikan artikel ini :


Source link