Barracuda dan Kawat Berduri Pagari Kantor Panwaslu Makassar

by

Polrestabes Makassar meningkatkan pengamanan jelang Putusan Musyawarah Penyelesaian Sengketa (MPS) Pilkada Makassar 2018 yang diselenggarakan pada Senin (26/2/2018) pagi nanti.

Pantauan di lokasi, Minggu (25/2/2018) jelang dini hari, sudah terlihat kawat berduri memagari bagian areal luar kantor Panwaslu Makassar. Sejumlah kendaraan lapis baja (Barracuda) juga disiagakan untuk mengamankan areal MPS yang akan berlangsung di Aula Gedung PKK Makassar, Jl Anggrek Raya, pukul 09.00 WITA.

Waka Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengatakan, kawat berduri dibentangkan di depan Kantor Panwaslu Kota Makassar, guna membatasi pergerakan massa areal MPS.

“Kawat hanya untuk membatasi masyarakat agar tidak mendekati ke kantor Panwaslu, karena besok penjagaan diperketat. Kita juga dibatasi yang akan masuk,” ujar Hotman ditemui di Lokasi.

Penggunaan Barracuda yang dilengkapi water cannon juga bagian antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat pelaksanaan MPS besok akan dihadiri massa pendukung masing-masing paslon.

Semwntara Ketua Panwaslu Makassar, Nursari kepada Makassartoday.com berharap agar putusan nanti dapat diterima oleh semua pihak, baik pemohon, termohon maupun pihak terkait.

“Berharap pastinya pembacaan putusan nanti lancar tanpa kendala apa pun,” harap Nursari.

Seperti dilansir sebelumnya, ratusan massa yang mengatakan dirinya Komunitas Aspirasi Masyarakat, telah berkumpul di depan Kantor Panwaslu, Jl Anggrek, Minggu (25/2/2018) sore.

Massa juga membentangkan sejumlah spanduk yang berisi pesan agar pihak penyelenggara agar bersikap netral dan tetap mendorong Pilkada Damai.

Mereka juga menyesalkan sikap Panwaslu Makasaar yang memproses gugatan salah satu paslon pasca penetapan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar 2018.

Sekedar diketahui, Panwaslu Kota Makassar telah melakukan proses MPS atas gugatan penetapan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) oleh pihak KPU Makassar.

Nursari menjelaskan, bahwa tiga poin gugatan dilayangkan pihak kuasa hukum paslon nomor 1, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), yakni
Penggunaan tagline Dua Kali Tambah Baik, Pengangkatan Tenaga Kontrak serta Pembagian Ponsel untuk RT dan RW. (Hajji Taruna)

Source link