Inflasi terendah di Sulsel, BPS: Parepare catat tren positif

by

Parepare – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare,  Guruh Wahyu, mengatakan, terjadi tren positif terkait angka pengangguran dan kemiskinan di kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Hal itu dikemukakan Guruh, usai ditemui di kantornya, Sabtu akhir pekan lalu.

Dia bahkan memprediksi, angka kemiskinan di tahun 2018 ini kembali turun, di mana tahun sebelumnya masih di angka enam koma sekian persen.

“Jika kondisi dan situasi apa yang dilakukan pemerintah seperti tahun kemarin, maka kami prediksi angka kemiskinan di Parepare akan kembali turun, bisa sampai Lima sekian persen,” ucap Guruh.

Namun, kata dia, data terakhir menyangkut angka tersebut baru dapat diketahui secara riil di bulan Agustus 2018 mendatang.

Guruh menjelaskan, sampai sejauh ini kondisi daya beli masyarakat masih seperti tahun sebelumnya, Parepare tergolong membaik, harga kebutuhan pokok seperti beras dan lain-lain stabil.

“Itu karena pemerintah setempat mampu menekan harga kebutuhan pokok. Layanan dasar masyarakat diperhatikan oleh pemerintah, seperti kesehatan, dan pendidikan,” jelas Guruh.

Inflasi yang terjadi secara nasional, lanjut Guruh, tidak mempengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan, seperti di Kota Parepare ini.

Guruh mengungkapkan, baru-baru ini BPS merilis data inflasi Bulan Februari 2018. Kota Parepare dalam kategori inflasi terendah di Sulsel yakni 0,05 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,09.

“Dari lima Kab/kota di Sulsel Parepare terendah, Kota Palopo tertinggi, mencapai 0,58 Persen,” ungkap Guruh.

Di tempat lain, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka, mengakui, Badan Pusat Statistik yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden tersebut, memang bekerja sangat profesional.

“Data yang disajikan berdasarkan fakta yang  ada, sangat profesional, ” katanya.

Hamka mengungkapkan,  pemerintah kota sangat bersyukur Parepare sebagai kota inflasi terendah di Sulawesi Selatan. Itu kata dia tidak lepas dari kontribusi para pelaku ekonomi yang ada.

“Indikator yaitu event yang digelar oleh pemerintah selama bulan Februari kemarin. Itu berdampak besar pada Perputaran ekonomi kami. Kami bersyukur, ” ungkap Hamka.

Hal lain, kata Hamka, karena adanaya komitmen pemerintah kota,  untuk mengedepankan konsep telapak kaki dalam setiap kebijakan program pembangunan yang dirintis oleh Walikota Parepare.

Bagikan artikel ini :


Source link