Ini 2 tanda driver Gojek yang kamu order memakai aplikasi “tuyul”

by

Makassar – Fenomena banyaknya pengemudi Gojek yang menggunakan aplikasi tuyul atau memanipulasi GPS, membuat resah konsumen, termasuk dari pihak Gojek sendiri.

Go-jek pun kini meluncurkan sistem teknologi, yang bisa mendeteksi para mitra driver yang berbuat curang dengan memanipulasi posisinya (pakai aplikasi GPS palsu).

VP Corporate Communications Go-Jek, Michael Say, saat memberi konferensi pers di Hotel M-Regency, Kamis 29 Maret 2018, mengungkapkan, para driver Gojek yang curang tidak bisa sembunyi lagi.

“Karena begitu mereka menginstal aplikasi yang bisa mengubah GPS-nya, maka akan masuk notifikasi ke ponselnya untuk segera menguninstall aplikasi tersebut,” terang dia.

Menurut dia, perilaku driver yang menginstal GPS palsu ini merugikan konsumen dan driver lain. “Mereka merampas rezeki driver lain, lalu meraup untung besar. Kita imbau mereka agar bisa menjunjung tinggi kejujuran,” katanya.

Nah, bagi Anda konsumen Gojek, berikut yang tanda-tanda driver Gojek yang anda order menggunakan aplikasi “tuyul”:

1. Terlalu lama datang

Michael menyebutkan, ketika kamu merasa driver Gojek lama datang, padahal dengan posisi yang tercantum di GPS ponsel, driver seharusnya bisa datang lebih cepat, mungkin cuma 3 atau lima menit, maka kemungkinan besar drivernya menggunakan aplikasi tuyul. Aplikasi tersebut membuat dia memanipulasi GPS.

2. Perhatikan posisinya

Umumnya, driver Gojek yang menggunakan GPS palsu, melancarkan aksinya dengan memasang GPS palsu di dekat tempat-tempat ramai yang banyak konsumen. Sementara, dia sebenarnya tidak berada dari tempat itu.

“Ketika pesan Gojek, perhatikan dengan baik posisi driver dalam GPS. Jika berada di tempat yang tidak mungkin atau tidak seharusnya, itu berarti dia pasang aplikasi tuyul,” katanya.

Tempat-tempat yang tidak mungkin tersebut, seperti posisi drivernya (seperti terlihat dalam aplikasi) berada di dalam mal, di rel kereta api, di sawah, atau bahkan di sebuah pulau.

“Kan tidak mungkin, ada driver Gojek bersama kendaraannya berada di tempat itu. Itu karena dia mensetting GPS itu berada di dekat konsumen, bukan di jalanan,” terang dia.

Saat ini, melalui #HapusTuyul tersebut, pihaknya mengimbau mitra Go-Jek untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Untuk penerapannya, Go-Jek yang sudah punya teknologi #HapusTuyul mengirimkan notifikasi kepada driver curang tersebut.

“Kita beri kesempatan mereka uninstal aplikasi tuyul itu selama tujuh hari. Jika Tidak kunjung dihapus, kita kenakan sanksi penghapusan bonus, hingga kita suspend akunnya,” tambah Strategic Regional Go-Jek Kalimantan Sulawesi, Anandita Danaatmadja.

Bagikan artikel ini :


Source link