Ini 4 ritual seks paling gila dari suku Indonesia

by

Terkini.id, – Membahas budaya di Indonesia dari Sabang sampai Marauke tentu tidak ada habisnya. Dari berbagai budaya yang muncul tersebut, ternyata ada beberapa budaya yang mungkin bisa dikatakan tidak masuk akal dan bikin.

Bahkan beberapa ritual maupun budaya tersebut ada yang merugikan pihak-pihak tertentu. Ternyata ada 4 suku di Indonesia yang memiliki ritual seksualitas yang bisa dikatakan susah untuk diterima oleh logika sehat.

Dilansir dari yukepo, berikut ini 4 suku di Indonesia yang mempunyai ritual seks yang terbilang aneh.

1. Ritual Suku Asmat Papua

Suku Asmat Papua. (foto/widdi.co)

Suku Asmat di Papua terdapat ritual dimana anak laki-laki yang akan beranjak dewasa harus melewati ritual berhubungan fisik dengan laki-laki yang lebih tua.

Masyarakat di sana percaya dengan melakukan tindakan demikian maka kekuatan yang dimiliki oleh laki-laki dewasa akan diwarisi oleh anak laki-laki tersebut. Namun saat ini ritual tersebut sudah sangat jarang ditemukan di suku tersebut.

2. Suku di Maluku

Suku di Maluku. (foto/blogspot.com)

Ritual seksualitas selanjutnya datang dari Maluku. Ketika mengadakan upacara pendewasaan diri, seorang laki-laki harus “digauli” dulu sama “dukun”.

Setelah ia berhubungan badan dengan dukun, barulah si laki-laki ini sah menjadi dewasa. Tapi perlu dicatat kalau dukun yang “menggauli” si anak laki-laki itu juga berjenis kelamin laki-laki.

3. Suku Atoni Pah Meto Timor Barat

Suku Atoni Pah Meto Timor Barat. (foto/wordpress.com)

Di suku ini, seorang laki-laki yang sudah akil baliq harus disunat dengan pisau dan penjepit dari belahan bambu. Tujuannya ada dua, yakni pertama sebagai tanda memasuki alam kedewasaan, dan kedua untuk kepuasan seksual.

Saat laki-laki tersebut telah selesai disunat, ia harus melakukan hubungan seks dengan perempuan buat membuang sial dan penyakit, sekaligus menguji kekuatan seks-nya.

Namun sayangnya, perempuan yang dijadikan tadi dijadiin “tempat pembuangan” tersebut, kemudian akan dikucilkan oleh masyarakat.

4. Suku Marind Papua

Suku Marind Papua. (foto/wenaskobogau.co

Biasanya setelah menikah, mempelai pria dan perempuan bakal tidur bersama dan melakukan ritual malam pertama. Nah kalau di suku Marind berbeda.

Pengantin pria harus menghabiskan malam pertamanya dengan pria juga. Menurut mereka, para pria tidak boleh begitu saja menyerahkan diri sepenuhnya kepada wanita di malam pertama.

Oleh karena itu, tidur dengan istri di malam pertama menurut keyakinan mereka bakal bikin pria Marind kehilangan kehormatan dan pamornya.


Source link