Jepang Kembali Serap Tenaga Kerja Magang Asal Makassar

by

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar kembali mendapat kesempatan mengirim tenaga kerja magang ke Jepang.

Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI menyampaikan hal tersebut, usai bertemu dengan CEO International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), MR Kyoei Yanagisawa, di Rujab Wakil Wali Kota Makassar, Senin (11/3/2018).

Deng Ical, sapaan akrabnya mengatakan, selama tiga belas tahun terahir Makassar tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengirim pekerja magang ke Jepang.

“Alhamdulillah hari ini Makassar kembali diberi kesempatan untuk menyalurkan pekerja magang, apalagi di bawah langsung oleh Dirjen Penyaluran Tenaga Kerja, Bapak Bambang Satrio, sehingga ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat Kota Makassar untuk menimbah ilmu, pengalaman dan keterampilan terutama etos kerja di Jepang,” kata Deng Ical.

Ia menegaskan, bahwa mereka yang akan di berangkat ke Jepang nanti itu bukan TKI tetapi peserta magang. Sehingga kata dia, orientasi belajarnya itu jauh lebih besar porsinya di bandingkan dengan ketenagakerjannya. 

“Tapi yang unik adalah standar gaji yang mereka dapatkan itu tidak lebih di bawah dari TKI. Dalam setahun itu mereka bisa dapat 100 ribu yen, berarti setahun itu bisa dapat kurang lebih 700 juta dan ekuivalen dalam sebulan itu 55 juta mereka bisa dapatkan,” tuturnya.

Lanjut dia, untuk menjadi peserta magang di Jepang harus melalui proses asessmen yang ketat. “Selain fasih berbahasa jepang dan tiga bahasa lainnya, mereka juga harus menguasai keterampilan-keterampilan teknis dan itu yang akan di back up oleh Pemerintah kota Makassar,” katanya lagi.

Dia menambahkan, sebelum berangkat mereka sudah di ingatkan untuk tidak lari dari program magang, karena sebelum-sebelumnya itu banyak yang keluar akibat persoalan teknis.

Terkait persoalan keamanan selama bekerja di Jepang, Deng Ical mengaku pihak IM Jepang akan menjamin keselamatan pekerja selama di sana. Apalagi program tersebut resmi dari Pemerintah Jepang.

“Makanya dia itu nanti akan melapor ke Komjen, sehingga jaminan keselamatan dan hubungan bilateral itu tidak akan terganggu. Tapi pihaknya juga meminta jaminan balik bila peserta yang di kirim itu harus betul-betul kapabel dan memiliki karkter yang pas,” jelasnya.

Sementara Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satrio Lelono mengatakan, selama ini Makassar dan Sulawesi Selatan itu di black list karena ada beberapa permasalahan.

“Sekarang setelah dilakukan evaluasi, baik dari Kementerian dan kota Makassar sudah tidak ada lagi masalah sehingga di buka kembali,” ujarnya.

Alasannya sehingga Makassar sempat di black list dari IM Japan, hal itu dikarenakan adanya beberapa peserta yang lari sebelum kontraknya berahkir dan juga ada yang melakukan pelanggaran.

“Keunggulan-keunggulan orang Makassar dalam berkelahi jangan di bawah ke Jepang,” pesannya.(*)

Source link