Jokowi resmi capres PDIP, ini tiga cawapres yang potensial

by

Makassar – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden periode 2019-2024.

Dengan usungan tersebut, Joko Widodo mendapat dukungan partai dengan koalisi yang besar. Seperti diketahui, selain PDIP, beberapa partai juga membuka peluang untuk mengusung Jokowi.

Partai tersebut seperti Golkar, Nasdem, PPP dan Hanura.

Dengan usungan PDIP tersebut, Jokowi tinggal memilih siapa pendamping. Siapa calon wakil presiden yang cocok untuk mendampingi Jokowi?

Lembaga survei, Alvara Research Center, mencatat beberapa tokoh yang paling bisa menjadi pendamping Jokowi, pada Pilpres 2019 mendatang. Mereka bisa dari kalangan muslim, militer, atau tokoh muda.

Dari hasil simulasi pasangan yang dilakukan Alvara Research, diketahui, Joko Widodo selalu unggul dari rivalnya, Prabowo, saat berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono maupun Gathot Nurmantyo.

Sementara itu, Prabowo bisa berpeluang mengalahkan Jokowi, atau paling tidak menjadi lawan potensial Jokowi, jika Prabowo berpasangan dengan Anies Baswedan.

“Hasil riset menemukan bahwa kombinasi yang paling banyak disetujui olah publik adalah SipilMiliter (93,2%), kemudian Nasionalis-Islam (89,9%) dan Usia Tua-Usia Muda (84,7%),” jelas Founder & CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, melalui rilisnya, Jumat 23 Februari 2018.

Dia merinci, tiga tokoh yang mendapat tingkat persetujuan paling tinggi sebagai Cawapres Joko Widodo, adalah Gatot Nurmantyo (61,9%), kemudian Muhaimin Iskandar (59,6%) dan Agus Harimurti Yudhyono (55,5%).

Sedangkan Tiga tokoh yang mendapat tingkat persetujuan paling tinggi untuk menjadi Cawapres Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan (60,0%), kemudian Muhaimin Iskandar (59,4%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (56,3%).

Alvara Research Center sendiri melakukan survei nasional yang melibatkan 2.203 responden terpilih.  Riset ini menggunakan pendekatan riset kuantitatif, survey dilakukan melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) dengan menggunakan kuesioner. Survey dilaksanakan dari tanggal 17 Januari hingga 7 Februari 2018.

Metode sampling yang digunakan dalam riset ini adalah multi-stage random sampling, dengan margin of error sebesar 2%, pada tingkat kepercayaan 95%.  Sampel diambil di seluruh Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Bagikan artikel ini :


Source link