Manajemen PSM Tetap Jual Tiket di Laga Uji Coba Besok

by

CEO PSM Makasaar, Munafri Aridudin angkat bicara perihal warning pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang mensyaratkan kelayakan lampu Stadion Andi Mattalatta yang selama ini menjadi homebase pasukan Ramang.

Melalui akun Instagram, Munafri optimistis jika tim yang ia pimpin tidak akan menjadi tim musafir alias bermain tanpa kandang di Liga 1 tahun 2018 mendatang.

“Urusan lampu stadion percayakan pada manajemen dan YOSS untuk perbaikan. Kita tidak akan jadi tim musafir,” tulis Appi sapaan akrabnya di akun IG pribadinya @appi_mika.

Tanggapan Appi ini disampaikan menyusul adanya pernyataan Chief Operation Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy, yang menyatakan tidak akan memberi toleransi terkait aturan verifikasi stadion seperti musim lalu.

Pihaknya mensyaratkan kelayakan lampu stadion minimal 800 Lux. Sementara sejauh ini, kapasitas lampu stadion yang menjadi markas laga kandang skuat tim Juku Eja itu hanya mencapai 350 Lux.

“Kalau ada satu saja yang tidak dipenuhi, tidak akan kami toleransi. Klub yang mengajukan stadion itu harus mencari stadion yang layak,” tegas Tigor, Selasa (6/2/2018) lalu.

Sebelumnya, media officer PSM, Andi Widya Syadzwina, mengungkapkan manajemen Juku Eja sudah meminta ke Philips (perusahaan penyedia elektronik) untuk menyediakannya.

“Cuma, memang lampu yang ada itu model lama,” ucap Wina, sapaan akrabnya.

Bagi PSM, menjadi tim “musafir” bukan hal baru. Pada LSI 2014, Juku Eja terpaksa bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, karena Stadion AMM dinilai tidak layak.

Sekedar diketahui, PT LIB sudah melakukan verifikasi beberapa stadion yang akan dijadikan markas oleh peserta Liga 1 2018. Hasilnya ada tiga stadion yang tidak layak.

Ketiganya yakni Stadion Teladan milik PSMS Medan, Stadion Moch Soebroto, Magelang yang akan jadi markas tim promosi PSIS Semarang, dan ketiga Stadion Marora, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua milik Perseru Serui. (Tina)

Source link