Cara Bertahan Ramos Mirip Gulat

by

Juergen Klopp merasa partai final Liga Champions yang mempertemukan timnya, Liverpool, dengan Real Madrid pada Minggu (27/5/2018) dini hari WIB, seperti laga gulat. Aksi Sergio Ramos tentu jadi sebabnya.

Saat laga baru berjalan 30 menit, Mohamed Salah menangis. Salah ditarik keluar karena dislokasi bahu. Kejadiannya bermula dari kontak fisik dengan Ramos. Lantas saat tangan kanannya terkunci lengan Ramos, Salah terjatuh dengan posisi yang tidak tepat. Bahunya membentur tanah lebih dulu. Itu baru soal Salah. Pada menit ke-49, giliran Loris Karius yang harus terjatuh akibat terkena sikut bek asal Spanyol itu.

Muara dari aksi Ramos itu betul-betul mengubah cerita. Mentalitas The Reds jatuh dan situasi ini diperparah dengan blunder yang dilakukan Karius. Jordan Henderson dan kolega pun takluk 1-3 dari Los Blancos.

“Selamat bagi Real Madrid. Jangan lupakan bahwa mereka memenangi Liga Champions. Mungkin kata-kata saya akan membuat saya terdengar seperti pecundang, tapi tekel (yang dilakukan Ramos) itu benar-benar kasar,” ujar manajer asal Jerman itu, sebagaimana dilansir Goal International.

“Aksinya itu membuat saya merasa seperti sedikit menyaksikan pertandingan gulat. Dan malang betul, ujung-ujungnya Mo (Salah) terjatuh dengan bahunya mencium tanah terlebih dahulu.”

Dalam kesempatan yang sama, Klopp sendiri menjelaskan apa yang terjadi setelah Salah ditarik keluar. Manajer asal Jerman tersebut bilang bahwa pasca ditariknya Salah, Liverpool lebih bermain dalam dan Madrid pun beberapa kali memanfaatkannya. Dan butuh waktu agak lama bagi Liverpool untuk kembali nyetel.

Sayang, saat Klopp merasa Liverpool sudah nyetel, blunder justru terjadi. Kini, Liverpool berada dalam suasana yang muram.
“Ini benar-benar susah. Tapi, saat skor 0-0 di babak pertama, kami masih punya kesempatan. Kami melindungi half-space (ruang kosong yang bisa dieksploitasi lawan, red), yang sebelumnya sudah kami lakukan dengan baik dan pelan-pelan mengumpulkan kepercayaan diri kami.”

“Lalu, tiba-tiba semuanya terjadi. Gol-gol itu, kalau boleh saya bilang, begitu aneh. Pada akhirnya semua orang tahu bahwa kami kalah 1-3 dari Madrid dan itulah yang membuat kami tidak dalam perasaan yang bagus saat ini. Ya, tentu saja,” tutup manajer berusia 50 tahun itu.

Source link