Penyidik Libatkan Ahli Konstruksi di Kasus Instalasi Gizi RSUD Daya

by

Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, terus mendalami adanya kerugian negara dalam proyek pembangunan gedung Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, untuk mengetahui, serta menghitung kerugian negara dalam proyek itu, dengan meminta bantuan ke pihak ahli kontruksi.

“Kan ada laporan masuk di Polda. Dalam laporan itu, proyek tersebut baru 80 persen penyelesaiannya tapi telah dibayarkan 100 persen. Kita minta bantua ahli kontruksi untuk mengetahui kebenaran hal tersebut, ” kata Dicky, Jumat (2/3/2018)

Dicky menerangkan, terkait permasalahan itu pihak penyidik Polda telah memeriksa Dirut RS Daya, dr Ardin Sani. Hanya saja dalam pemeriksaan dr Ardin Sani, dia membantah hal itu. Sehingga untuk membuktikannya butuh bantuan ahli kontruksi.

“Ahli kontruksi yang tahu soal itu. Kalau sudah ada dari pihak ahli kontruksi, nanti pihak BPKP yang menghitung kerugian negaranya. Kalaupun hasilnya tidak ada kita akan sampaikan ke publik, begitupun sebaliknya, ” terangnya.

Direktur Utama (Dirut) RS Daya Makassar, dr Ardin Sani telah diperiksa penyidik Polda Sulsel. Dr Ardin Sani diperiksa penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan terhadap Dirut RS Daya itu, merupakan langkah awal untuk mengusut kasus tersebut. Saksi ahli pun akan dilibatkan. Termasuk pihak BPKP akan dilibatkan untuk menghitung kerugian negara.

“Sejumlah pihak juga akan diperiksa. Karena dalam proyek itu ada PPK, KPA dan PPTK. Itu semua akan diperiksa. Kalau sudah rampung pemeriksaan dan ada hasil perhitungan kerugian negara maka baru bisa penetapan tersangka,” kata Dicky.

Diketahui, proyek pembangunan gedung Instalasi Gizi Rumah Sakit Daya Makassar tersebut dikerjakan tahun 2017 lalu. (Bio)

Source link