Ribuan Warga Jadi Saksi di Pengukuhan Relawan Appi-Cicu

by

Dinamika Politik di kota Makassar tak bisa diprediksi hingga saat ini, sebab memasuki masa tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terjadi perubahan konstalasi.

Mulai arah usungan parpol hingga sengketa pencalonan Danny-Indira sebagai kontestan di Pilkada Makassar.

Dinamika Pilkada Makassar tak hanya sampai disitu, Pilwali yang berstatus Head to Head itu pun tak hanya sekedar berebut simpati dan menggalang suara untuk memenangkan pemilihan, 27 Juni 2018 mendatang.

Tetapi, Koordinator Tim Hukum Appi-Cicu, Amirullah Tahir, menyebut bahwa pertarungan Pilkada Makassar sebenarnya dimulai sejak adanya penetapan calon.

“Persoalan ada sengketa yang terjadi dan berpeluang dimenangkan. Kenapa harus berjuang sampai di TPS. Ini juga merupakan proses berdemokrasi dan semua diatur dalam undag-undang,” tegas Amirullah Tahir, saat dikonfirmasi, Jumat (6/4/2018).

Untuk itu, modal besar memenangkan pertarungan di Pilkada Makassar, menurut Amirullah adalah menggerakkan seluruh instrumen yang dimiliki, mulai kekuatan mesin partai, dukungan rakyat, hingga
relawan dan tim pemenangan yang ada.

Adapun Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Farouk M Betta menyebut konstalasi perpolitikan yang terjadi di Makassar adalah bentuk Pilkada Zaman Now.

“Kami memberikan satu kondisi iklim demokrasi yang baik di Makassar serta contoh baru bahwa beginilah wajah dari Pilkada Zaman Now, jika dulu setelah perhitungan suara baru sibuk saling gugat tapi sekarang sebelum pemilihan proses itu bisa ditempuh,” tuturnya.

Meski demikian, Aru yang juga Ketua DPRD Makassar itu menegaskan bahwa proses demokrasi di Makassar terus berjalan dan tidak ada istilah penjegalan.

“Hukum berjalan dan proses politik tetap jalan. Mau kotak kosong mau berisi kita tetap jalan. Proses demokrasi ini harus terus berjalan, program harus kita sosialisasikan sebagai bentuk dari visi dan misi,” tutupnya. (*)

Source link