Sebelum ‘pensiun’ Gubernur Sulsel diminta hentikan penambangan pasir laut di Takalar

by

Terini.id, Makassar – Seiring masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sulsel 2018 masa pemerintahan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga akan berakhir.

Banyak pihak yang telah menyampaikan ucapan terima kasih maupun kebanggaan terhadap kepemimpinan SYL.

Namun lain halnya dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulsel.

Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin meminta agar di masa-masa akhir jabatan Gubernur Syahrul Yasin Limpo menghentikan kegiatan tambang pasir laut di perairan Galesong.

Tentunya masih banyak pekerjaan yang masih perlu dituntaskan sebelum masa “pensiun” tersebut datang. Salah satunya adalah menghentikan tambang pasir laut di Galesong.

Selain itu, menurutnya, banyak pihak yang menginginkan agar pemerintahan SYL berakhir dengan baik, agar tidak menyisakan persoalan baru bagi pemerintahan selanjutnya.

“Kondisi lingkungan hidup di Galesong terutama di area pesisir mengalami kerusakan parah. Terkhusus di area pesisir, abrasi sudah mencapai 15-20 meter di sejumlah desa, apalagi di Desa Sampulungan, Desa Tamasaju, Desa mangindara-Popo dan Desa Palalakkang.”

Dirinya menambahkan bahwa abrasi yang kian parah tersebut telah merusak rumah-rumah nelayan. Dan seharusnya Gubernur lakukan upaya kongkrit agar masyararakat bisa hidup tenang.

“Kami minta pemprov untuk tidak menyepelekan masalah ini. Abrasi telah sampai di kawasan pemakaman dan pemukiman warga pesisir. Dengan demikian kami mewakili warga Galesong Raya minta agar Gubernur Sulsel menghentikan tambang pasir laut tersebut.”

Besar harapan kami, Pak Gubernur mengakhiri pemerintahannya dengan baik, dan tidak meninggalkan luka di masyarakat, terkhusus bagi para nelayan.

Untuk diketahui bahwa Beberapa bulan lalu, Kabupaten Takalar baru-baru ini merayakan hari jadinya yang ke-58. Diacara itu, turut hadir Gubernur SYL bersama Bupati Baru Takalar, Syamsari Kitta.


Source link