Asperapi Minta Pemda Benahi Venue Pameran untuk Event Skala Besar

by

Makassar – Para pelaku event organizer (EO), meminta pemerintah di daerah membenahi berbagai fasilitas dan infrastruktur untuk event dan pameran di Sulawesi Selatan. Venue di Makassar dinilai masih minim.

Itu menjadi bahan diskusi yang hangat saat Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran Indonesia (Asperapi) atau Indonesia Exhibition Company Sulawesi Selatan yang digelar di Four Points Hotel, Selasa 20 Februari 2018.

Steering Committee Musda Asperapi, Jefri Eugene, mengungkapkan, permasalahan para pelaku event organizer di Makassar saat ini, adalah tidak adanya venue, atau tempat pameran yang berstandar internasional.

“Kita ingin menciptakan event-event berskala nasional dan internasional. Tentu butuh dukungan pemerintah,” ujar Pimpinan Debindo Mega Promo itu.

Dia menggambarkan, saat ini, tidak ada venue yang layak untuk menghelat event internasional di Makassar. Kota yang mengandalkan kegiatan MICE (Meeting Incentive, Convention & Exhibition ini kalah dari Surabaya, yang memiliki hingga enam venue.

Menurut dia, tanpa venue yang layak, event-event berskala besar dan internasional sulit diselenggarakan di Makassar. “Banyak event internasional, tetapi selalu diselenggarakan di Bali. Karena Bali selalu paling siap. Padahal, Makassar punya banyak peluang. Bahan baku utama kita untuk event itu besar,” terangnya.

Beberapa event besar di Makassar kini sudah tidak diselenggarakan lagi. Contohnya, Mega Bazaar Computer yang dulu sering digelar oleh Dyandra Promosindo di CCC.

“Makassar itu puncaknya penyelenggaraan event terbanyak pada 2014. Ada 466 event saat itu. Kemudian terus turun jumlahnya,” terang dia.

Totalnya ada 12 EO di Makassar yang terdaftar di Asperapi, dan beberapa lainnya masih sedang proses verifikasi. Perusahaan anggota Asperapi tersebut seperti Debindo Mega Promo, Diandra, 3Pro, Mamex Production, Dimensi, Creator, Pentabox, Samudra Dyan Praga, Alpro, Reborn, dan lain-lain.

Source link