, ,

Panwaslu Barru Belum Turunkan Peraga Kampanye Karena Suratnya Belum Ada

by

Barru – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Barru, belum melakukan sterilisasi alat peraga kampanye yang bertebaran di sepanjang jalan yang dilarang selama proses masa kampanye yang dilakukan pada Pilkada serentak tahun 2018.

Belum dilakukannya sterilisasi alat peraga kampanye tersebut, diakibatkan oleh belum adanya surat balasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru, kepada Panwaslu Kabupaten Barru.

Hal itu dibenarkan ketua Panwaslu Kabupaten Barru, Muhammad Nur Alim, yang dikonfirmasi, Kamis 15 februari 2018. Menurutnya, alat peraga kampanye belum diturunkan di Kabupaten Barru akibat adanya kendala persuratan kepada KPU Barru.

“Sampai saat ini kami belum tindaki karena surat yang kami sampaikan kepada KPU itu belum ada balasan terkait jadwal dan kesiapan pemerintah Kabupaten Barru dalam melakukan penertiban ini,”katanya.

Nur Alim menegaskan, dalam surat tersebut pihaknya mencantumkan sejumlah penyampaian diantaranya bagaimana kesiapan Pemerintah dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam melakukan penetiban ini.

“Kami kan harus berkoordinasi dengan Pemerintah daerah agar adanya bantuan dari Satpol PP dalam melakukan penertiban ini, yang mestinya sudah dilakukan tepat pada hari masa kampanye, untuk kemudian digantikan dengan alat peraga yang telah diatur dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) serta sesuai kesepakatan bersama dengan tim dari setiap pasangan calon,” jelasnya.

Untuk pemasangan alat peraga kampanye nantinya itu harus sesuai dengan aturan PKPU dan bakal Calon atau tim bakal calon tidak diperbolehkan memasang alat peraga kampanye tanpa adanya izin dari pelaksana dan tidak pernah didaftar kepada penyelenggara.

“Jadi setelah penertiban ini dilakukan semua alat peraga yang dipasang itu harus sepengetahuan KPU jika itu di luar dari alat peraga yang dicetak KPU sementara tempat pemasangan itu dilakukan sesuai dengan anjuran atau tempat yang hanya diberikan kewenangan KPU untuk melakukan pemasangan alat peraga kampanye,” tandasnya.

Dia menuturkan kalau pihaknya sendiri masih memberikan batas waktu dua hari kepada KPU untuk melayangkan balasan surat tersebut dan dirinya juga memint agar KPU segera melakukan rapat lintas yang teriri dari KPU, Satpol PP, dan Panwaslu, sehingga segera dilakukan penertiban.

“Kami berharap agar KPU segera mengadakan rapat bersama untuk membahas terkait pemasangan dan juga pembersihan alat peraga kampanye, dan titik pemasangan alat peraga kampanye asli dalam proses Pilgub Sulsel ini,”pungkasnya.

Alim, menegaskan, jika ada pihak yang melakukan pelanggaran selama masa kampanye ini sendiri khususnya dalam pemasangan alat peraga kampanye maka tentunya akan dilakukan perdata.

Source link