,

Survei: Elektabilitas Jokowi Masih Jauh di Atas Prabowo

by

Makassar – Jika Pemilihan Presiden (Pilpres) dilakukan saat ini, maka Joko Widodo terpilih kembali menjadi presiden RI.

Survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia, menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih jauh tinggi di bawah Prabowo Subianto.

Survei tersebut menunjukkan, Jokowi versus Prabowo  bakal tetap menjadi pertarungan babak kedua pada Piplres 2019 mendatang.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda memaparkan, elektabilitas Jokowi atau tingkat keterpilihan Jokowi, jauh lebih unggul dibandingkan Prabowo, yakni mencapai angka 57,6 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 27 Januari hingga 3 Februari 2018, itu, tercatat, Prabowo masih berada pada angka 33,7 persen di bawah Jokowi.

Lalu, jauh di bawah keduanya, ada Agus Harimurti Yudhoyono dengan tingkat elektabilitas 1,5 persen, Muhammad Jusuf Kalla (JK) 1,3 persen, Gatot Nurmantyo 1,3 persen, dan Anies Baswedan 1,2 persen.

Hanya saja, dalam survei tersebut disebutkan bahwa jumlah populasi yang tidak tahu (tidak menjawab) siapa presiden yang dipilih, juga masih tinggi, yakni 11,1 persen.

Jokowi tidak cuma unggul dari segi elektabilitas, namun juga unggul dari segi top of mind (nama yang paling pertama muncul di kepala responden saat ditanya calon presiden), yakni 45,4 persen. Dari segi akseptabilitas, 79 responden mengaku suka dengan Jokowi.

Yang menarik, adalah elektabilitas jika cuma dua capres yang bertarung dalam Pilpres 2019 mendatang.

Jika Jokowi head to head dengan Prabowo, maka elektabilitas Jokowi 57,6 persen, sedangkan Prabowo 33,7 persen.

Sementara itu, jika Jokowi head to head dengan Agus Harimurti Yudhoyono, maka elektabiltias Jokowi 64,7 persen, Agus 13 persen, dan 22,3 persen lainnya tidak tahu.

Jika Jokowi head to head dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya sebesar 64,8 persen, Anies 14,6 persen, dan 20,6 persen tidak tahu.

Tidak terlalu berubah

Tren dan gap elektabilitas Prabowo dan Jokowi tidak terlalu berbeda dengan survei Poltracking sebelumnya, yakni pada November 2017.

“Pada November 2017 lalu, elektabilitas kedua figur itu yaitu berjarak antara 20 persen-25 persen  dengan elektabilitas Prabowo berkisar di angka 20 persen-33 persen dan elektabilitas Jokowi berkisar di angka 45 persen -57 persen,” jelas Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, Minggu 18 Februari 2018.

Bagikan artikel ini :


Source link