Target kota industri tanpa cerobong asap, Parepare bakal punya ambulance anak

by

Parepare – Pelayanan dasar di samping solusi mengatasi kemiskinan dan pengangguran, tetap menjadi prioritas petahana Dr HM Taufan Pawe (TP) pada periode keduanya.

Pelayanan dasar di bidang kesehatan seperti meningkatkan program Call Center 112, bidang pendidikan merealisasikan Institut Teknologi Habibie (ITH), serta sektor pariwisata dengan teori telapak kaki yang dapat menekan pengangguran menjadi komitmen TP.

Ini diungkap TP dalam kampanye dialogis di Jalan Abdul Kadir, Kelurahan Mallusetasi Kecamatan Ujung, Senin 19 Februari 2018.

Taufan yang berpasangan H Pangerang Rahim bernomor urut 1, menjanjikan peningkatan pelayanan Call Center 112. Di antaranya dengan menghadirkan ambulans khusus untuk anak-anak dan ibu melahirkan.

Ini untuk menjamin keselamatan dan kesehatan anak-anak maupun ibu melahirkan beserta bayinya saat penanganan di atas ambulans.

“Ambulans khusus anak ini akan dilengkapi peralatan medis modern dan berteknologi tinggi yang khusus untuk anak saat ditangani di atas ambulans,” urai TP yang disambut tepuk tangan ratusan undangan yang hadir.

Selain itu ada juga ambulans khusus ibu melahirkan, yang dilengkapi peralatan melahirkan dan inkubator khusus untuk bayi.

Jumat Peduli juga akan ditingkatkan. Jika sebelumnya hanya satu kelurahan setiap hari Jumat, maka nanti kata Taufan, ditingkatkan 10 kelurahan yang akan diserbu Call Center 112 setiap Jumat.

Taufan juga menjanjikan semua masyarakat Parepare akan tercover JKN BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Saat ini kami menganggarkan BPJS Kesehatan Rp17 miliar, untuk sebagian masyarakat Parepare, namun sepanjang ada KTP Parepare, masyarakat tetap dapat pelayanan kesehatan secara gratis,” ungkap TP.

TP juga mengungkapkan latar belakang nama Call Center 112. “Satu itu tanggal lahir istri saya, jadi satu memang lebih baik. Dua belas adalah bulan lahir istri saya, jadi memang 112 ini saya persembahkan untuk kebaikan masyarakat Parepare,” papar TP yang kembali disertai gemuruh tapuk tangan.

TP sempat menyinggung cukup satu kali menikah saja, karena dia bersama Pangerang Rahim satu kali menikah, saling setia dan bahagia. “Karena kalau dua kali menikah, masussa tu,” canda TP.

Hal lain diungkap TP adalah kota industri tanpa cerobong asap, yang didukung oleh teori telapak kaki. Itu menjadi solusi menekan angka pengangguran.

Dengan banyaknya warga datang ke Parepare karena magnet ikon-ikon seperti Kereta Kencana, Tunas Kelapa, Taman Syariah, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, membuat Parepare hidup serta membuka banyak peluang dan lapangan kerja.

Mengatasi kemiskinan juga jadi prioritas TP. Program Raskin 15 kg jadi satu-satunya di Indonesia, karena secara nasional hanya 10 kg, jadi andalan TP.

Bahkan menjadi percontohan di Indonesia, karena Raskin diantar sampai depan pintu rumah warga.

“Jadi tennia’na janci iye, tapi sudah terbukti, dan komitmen saya.  Jadi aja ta’percaya janci-janci degaga’pa bukti’na dan pemutarbalikan fakta,” tegas TP.

Sementara Pangerang Rahim mengaku memilih meninggalkan DPRD Sulsel dan berpasangan dengan TP, karena komitmen dan ketulusan TP membangun Parepare.

Wuisseng ale’ku iya. Wakkele’ka, pembantu wali kota, yang siap kerja sama dengan wali kota,” jamin Pangerang.

Taufan dan Pangerang hadir lengkap bersama para istri. Sementara dari elite parpol pengusung dan pendukung juga hadir. Di antaranya Ketua Harian Golkar Parepare H Kaharuddin Kadir, Ketua PDIP Parepare Mustafa Mappangara, Ketua PAN Parepare A Firdaus Djollong, elite Demokrat dan Gerindra, serta PSI dan Partai Garuda.

Jelang Magrib, kampanye yang dimulai sekitar pukul 16.30 itu, berakhir. Warga berebut menyalami dan memeluk Taufan-Pangerang saat akan meninggalkan lokasi kampanye.

Bagikan artikel ini :


Source link