Tari kolosal Mappassili Rukka pukau penonton di puncak HUT Sinjai

by

Sinjai — Acara puncak HUT ke-454 Sinjai yang dipusatkan di pelabuhan Larearea Sinjai dipadati warga Sinjai, Selasa 27 Februari 2018.

Acara yang dimulai pukul 15.00 WITA hingga menjelang magrib itu dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan Plt Bupati Sinjai Andi Fajar Yanwar. Acara itu berlangsung sangat meriah.

Direktur BI dan beberapa pejabat dari Provinsi, dejabat daerah Sinjai, anggota DPR RI dan DPRD Sinjai juga hadir.

Sebuah penampilan tari yang dibawakan pelajar di Kabupeten Sinjai memukau para penonton yang hadir. Tari Mappasili Rukka yang disutradarai oleh Drs Muhannis, Budayawan Sinjai didampingi oleh Hj Ince Ismail Hilda dan Wahyu sebagai penata tari serta Riri Ardiansyah dan Abdi Maulana Sunardi sebagai penata musik mampu membuat seluruh penonton bersorak dan bertepuk tangan.

Tari berdurasi sekitar 30 menit tersebut menceritakan kisah perang yang pernah terjadi di Sinjai pada tahun 1823 masa pemerintahan Arung Bulu-Bulo I Cella Tadampalie.

Tari tersebut ditata dengan apik dan menunjukkan bagaimana warga Sinjai pada masa itu saling bahu membahu dalam menghadapi perang, baik laki-laki maupun perempuan.

Permulaan tari yang dimulai dengan gambaran masyarakat yang secara massal berdoa menolak dan bersiap menghadapi perang tersebut memberikan gambaran bahwa warga Sinjai memang memelihara budaya gotong royong atau sipatokkong dalam menghadapi persoalan yang dihadapi negerinya.

Digambarkan, dalam tarian tersebut saat perang pecah banyak korban yang jatuh memang cukup banyak. Akan tetapi, meski telah terluka dan sekarat, rakyat Sinjai tetap kukuh menentang penjajah yang datang ingin menguasai negeri mereka.

Seperti teks yang disampaikan dalam tarian oleh narator secara naratif bahwa “kepada Tuhan kita berdoa dan meminta pada jiwa yang kukuh tidak mau tunduk, nyawa temmalara.”

Menurut Andhika Mappasomba, seorang budayawan muda Sulawesi Selatan yang turut hadir menyaksikan tarian kolosal tersebut menyatakan bahwa pertunjukan Seni Tari Mappasili Rukka adalah tarian yang sesungguhnya mengundang keharuan yang mendalam. Menurutnya, tarian ini sangat memukau dan memiliki nilai kehidupan yang sangat mendalam bagi orang Sinjai.

“Tiap gerak yang ada mengantarkan imajinasi kita pada peristiwa yang terjadi pada masa itu. Semangat juang yang pantang menyerah melawan penjajah oleh Pemuda Pemudi serta rakyat Sinjai patut dijadikan inspirasi kehidupan bahwa jika orang dulu bisa maju bergerak membela bangsa Sinjai, orang di zaman sekarang mesti juga memiliki semangat juang untuk maju berbuat sesuatu untuk mengisi kemerdekaan tanpa pamrih, mewarisi semangat perjuang orang Sinjai di masa lalu,” jelas Andhika yang mengikuti seluruh rangkaian acara penutupan ini.

Bagikan artikel ini :


Source link