Tim Appi-Cicu Bantu Santri Penghafal Qur’an

by
IMG-20180210-WA0055.jpg

Tim Relawan Pasangan Appi-Cicu/ Ist

MAKASSAR, – Tim simpatisan Appi-Cicu yang tergabung dalam relawan ‘Makassar Maju’ bersama Bosowa Peduli mendatangi lokasi banjir di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiah, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.

Kedatangan relawan Appu-Cicu beserta Bosowa Peduli tak terlepas dari gerakan kemanusiaan atas adanya informasi Ponpes Wahdah Islamiyah yang terisolir banjir.

Sehingga sejumlah logistik berupa makanan, sarung dan selimut diserahkan sebagai bantuan awal untuk meringankan beban pengurus Ponpes beserta santri yang tetap bertahan di lokasi.

Baca Juga :   Lolos Jadi Pasangan, Tim IYL-Cakka Langsung Bekali Jurkam

Selain itu, juga turut diserahkan dua unit perahu karet yang disiagakan untuk keperluan aktivitas para santri.

“Informasi beredar di grup-grup whatsapp setelah memastikan lokasi kami langsung bergerak dan menyerahkan sejumlah logistik keperluan mendasar bagi santri, adapun sumbangan yang kami berikan merupakan hasil dari sumbangan para relawan yang tergabung,” tutur Erwin salah satu relawan Makassas Maju, melalui rilis tim media Appi-Cicu, kepada Sulselekspres.com, Sabtu (10/2/2018).

Baca Juga :   Asrul, Bocah Penderita Tumor Asal Bone Butuh Bantuan Anda

Baca: Cicu Komitmen Perjuangkan Hak Politik Perempuan

Sebelumnya Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah, di Tamangapa, Manggala, Kota Makassar, dikepung banjir. Akibat bencana banjir itu, beberapa bangunan pesantren terendam banjir.

Salah satu pengasuh pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah, Munawir Muchtar (34) mengaku, sekarang air sudah mulai surut, sejak pagi pukul 10.00 Wita.

Baca Juga :   Peresmian Monumen Cinta Sejati Habibie & Ainun

“Alhamdulillah mulai surut airnya pak, dari pagi tadi. Tapi kadang-kadang juga karena kalau hujan bisa naik lagi banjir disini,” kata Munawir.

Berdasarkan pantauan beberapa bangunan yang terlihat digenangi air, di antaranya asrama santri, masjid, ruang kelas belajar, dan bangunan lainnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading…


Source link