Tim Appi-Cicu Dikeroyok Orang Tak Dikenal

by

Polres Gowa menggelar ekspose kasus aborsi yang dilakukan seorang karyawan toko berinisial KW (21).

Ekspose kasus aborsi berlangsung di Mapolres Gowa dipimpin langsung Kapolres, AKBP Shinto Silitonga, Rabu (21/3/2018).

Kapolres menjelaskan, pihaknya mengamankan dua orang wanita, yakni KW, ibu dari orok yang ditemukan warga serta rekannya seorang wanita berinisial NH yang merupakan adik dari kekasih KW.

Kedua wanita ini diamankan setelah pihaknya melakukan proses penyelidikan terhadap penemuan orok manusia di wilayah Bangkala Desa Je’nemadingin, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (20/3/2018).

“Dari penemuan itu kami berhasil mengamankan dua wanita yang pertama adalah KW yang merupakan ibu dari orok tersebut, serta NH yang diduga ikut membantu proses penguburan orok,” jelas Shinto Silitonga.

Shinto menambahkan, hasil pemeriksaan, KW membenarkan telah menggurkan kandungannya dengan cara mengkonsumsi obat jenis Floxigra. Adapun alasan tersangka melakukan aborsi lantaran malu karena hamil di luar nikah.

“Obat tersebut dibeli 1 pac senilai Rp1,6 juta lalu dikonsumsi dan menimbulkan dampak, seperti mulas dan pusing. Setelah itu lahirlah anak yang dikandungnya. Tersangka mengaku malu karena hamil di luar nikah,” jelasnya.

Setelah bayi yang dikandungnya lahir, KW mebghubungi adik dari pasangannya, yang berinisial NH untuk membantu menguburkan bayi tersebut. NH pun tak membantah ikut membantu KW menguburkan orok tersebut.

“Saya meminjam cangkul ke tetangga dengan alasan ingin mengubur bangkai tikus, tapi sebenarnya saya mengubur bayi dari KW,” ungkap NH kepada wartawan.

Akibat perbuatannya, KW tak hanya terancam pasal pidana KUHP, namun juga terancam dikenakan Undang-undang Kesehatan dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
(Hajji Taruna)

Source link