Film “Blitar” Tarik Perhatian Mahasiswa Yale University di AS

by

Film pendek bertajuk “Blitar” karya sutradara muda Indonesia, Livi Zheung, di Los Angeles belum lama ini ditayangkan di salah satu universitas paling bergengsi di Amerika Serikat, Yale University, yang merupakan alma mater dari dua mantan presiden Amerika Serikat, George H. W. Bush dan Bill Clinton, juga aktris pemenang piala OSCAR, Meryl Streep.

Sutradara Indonesia, Livi Zheng di Los Angeles (Dok: Livi Zheng)

Sutradara Indonesia, Livi Zheng di Los Angeles (Dok: Livi Zheng)

Film yang diluncurkan tanggal 3 April, bertepatan dengan hari ulang tahun Livi ini, diputar di hadapan para mahasiswa asal Amerika dan internasional yang tengah mengambil kelas bahasa Indonesia di Yale University, yang diajar oleh dosen asal Indonesia, Indriyo Sukmono.

Walaupun tidak hadir secara langsung saat pemutaran film tersebut, Livi mendapat tanggapan yang positif dari sang dosen. Melalui pesan teks kepada Livi, dosen Indriyo Sukmono mengatakan bahwa film “Blitar” ini melengkapi apa yang sudah diajarkan di dalam kelas dan juga menjadi contoh yang baik untuk proyek video yang akan dilakukan oleh para mahasiswa di kelasnya.

Mahasiswa Yale University saat menonton film "Blitar" garapan sutradara Livi Zheng (Dok: Livi Zheng)

Mahasiswa Yale University saat menonton film “Blitar” garapan sutradara Livi Zheng (Dok: Livi Zheng)

Film yang mempromosikan kebudayaan dan sejarah Blitar ini mendapat dukungan penuh dari bupati Blitar, Dr.s H. Rijanto, M. M. Lewat film ini, sutradara kelahiran Malang, tahun 1989 ini berupaya mengangkat potensi kota Blitar, yang adalah tempat dimana ia dibesarkan.

“Sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah Blitar. Mulai dari zaman kerajaan Majapahit, raja Hayam Wuruk sudah singgah ke candi Panataran di Blitar, dan di Blitar itu juga banyak tokoh-tokoh Indonesia. Contohnya, presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno, juga dibesarkan dan dimakamkan di Blitar, maka dari itu saya ingin sekali membuat film ini,” papar Livi kepada VOA belum lama ini.

Film “Blitar” ini sengaja dibuat dengan durasi yang singkat yaitu kurang dari empat menit. Dengan durasi yang pendek, Livi berharap film ini akan lebih mudah untuk disebarluaskan, khususnya di media sosial.

“Saya juga berharap, saya bisa menayangkan di lebih banyak universitas-universitas di amerika dan universitas-universitas internasional supaya Indonesia semakin dikenal,” ujar Livi dengan semangat.

Rencananya, lulusan S2 dari University of Southern California jurusan film ini juga akan mengadakan pemutaran perdana film “Blitar” di Los Angeles bulan Mei nanti, sekaligus pentas seni dari tim kesenian yang didatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.

Penghargaan Aryo Blitar untuk sutradara Livi Zheng (Dok: Livi Zheng)

Penghargaan Aryo Blitar untuk sutradara Livi Zheng (Dok: Livi Zheng)

Beberapa waktu lalu Livi dianugerahi dua penghargaan dari Blitar, yang diberikan langsung oleh Bupati Drs. H. Rijanto, M. M. Dua penghargaan tersebut adalah “Brand Ambassador,” sebagai perwakilan warga Blitar yang berkarir di Hollywood, dan “Aryo Blitar Award,” sebagai “Most Inspiring” atau kategori sosok paling inspiratif.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menerima penghargaan ini. Saya besar di Blitar dan keluarga saya berasal dari Blitar. Blitar memiliki tempat yang sangat spesial di hati saya. Saya selalu rindu orang-orang dari Blitar dan juga makanannya,” kenang Livi.

Sutradara Livi Zheng saat syuting film "Bali: Beats of Paradise" di Indonesia (Dok: Livi Zheng)

Sutradara Livi Zheng saat syuting film “Bali: Beats of Paradise” di Indonesia (Dok: Livi Zheng)

Saat ini Livi tengah sibuk menyelesaikan film layar lebar terbarunya yang merupakan film documenter berjudul “Bali Beats of Paradise.” Film ini mengangkat kebudayaan Bali dari kisah kehidupan pasangan I Nyoman Wenten dan Nanik Wenten, instrukstur gamelan dan tari tradisional profesional yang berdomisili di California.

“Rencananya akan ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika pada bulan Oktober ini,” kata Livi.

Selain itu, ia juga baru saja meluncurkan serial Web yang berjudul “Filming With Danger,” yang mengangkat behind the scene pembuatan film, yang bisa ditonton melalui akun resmi Facebook-nya.

“Setiap hari Selasa kami akan meng-upload episode baru,” jelas Livi.

Kesibukannya tidak berhenti di situ saja, tetapi bulan April ini Livi juga dijadwalkan untuk menjadi dosen tamu di dua kelas bahasa Indonesia, sekaligus menjadi pembicara di ajang 2018 Northeastern Conference Spring Dialog di Yale University.

Source link