Kantongi Banyak Uang, Go-Jek Bakal Alokasi ke 4 Layanan Ini

by
017531600_1518430379-go-jek-01.jpg

Liputan6.com, Jakarta – Go-Jek mengawali 2018 dengan suntikan dana segar sejumlah investor baru dari luar dan dalam negeri, di antaranya seperti Google, Astra, hingga Grup Djarum. Salah satu nilai yang terungkap adalah investasi dari Astra, yakni sebesar Rp 2 triliun.

Lantas, kemana Go-Jek akan mengalokasikan suntikan dana sebanyak itu?

CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, mengungkapkan setiap investasi yang masuk ke Go-Jek selalu dialokasikan untuk seluruh lini bisnis perusahaan. Ia menegaskan, Go-Jek tidak pernah membuat alokasi dana khusus untuk sesuatu.

Baca Juga :   Tiongkok Bangun Pusat Kecerdasan Buatan Internasional

“Kami mengumpulkan semua dana tersebut dan kami sebagai manajemen yang akan mengurus bagaimana alokasinya nanti,” ungkap Nadiem saat ditemui di kawasan Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Besaran alokasi dana dari manajemen, kata Nadiem, selalu mengikuti besarnya pasar Go-Jek. Ada empat layanan Go-Jek yang biasanya mendapatkan paling banyak alokasi dana yaitu transportasi, makanan, logistik dan pembayaran.

Baca Juga :   Rencana Penyelamatan Sistem Sungai di Australia Terancam Gagal

“Itu adalah empat terbesar yang ambil resource dari budget kami,” ungkapnya.

Sayangnya, Nadiem enggan merinci total investasi yang didapatkan Go-Jek dari putaran pendanaan baru. Mengutip laporan dari Reuters, pendanaan baru ini membuat valuasi Go-Jek diperkirakan mencapai US$ 4 miliar (setara dengan Rp 54 triliun).

Baca Juga :   Kontroversi Program Tablet Gratis bagi Narapidana

Kendati demikian, Nadiem memastikan bahwa seluruh investasi yang didapatkan akan memberikan efek positif terhadap layanan konsumen. Ia menjamin, akan ada banyak inovasi baru pada tahun ini.

“Akan ada berbagai inovasi pada 2018, sehingga kami akan terus berkembang. Nanti akan ada kejutan fitur-fitur baru,” jelasnya.

 



Source link