Kisah Pelapak yang Pasarkan Hasil Kerajinan Karya Difabel

by

Suasana Kopdar Pelapak Bukalapak Pontianak. Liputan6.com/Tommy Kurnia

Sekadar informasi, Hery memiliki latar di bidang pendidikan Bahasa Inggris, dan sempat aktif di bidang pendidikan.

Sekarang, ia bekerja sebagai agen properti. Bukan hanya itu, ia juga tengah melanjutkan studi S2 dalam bidang hukum di Universitas Tanjungpura, Pontianak, serta aktif sebagai pelatih taekwondo yang digelutinya sejak 1996.

Kesibukannya sebagai kepala keluarga, agen properti, pelatih bela diri, dan mahasiswa S2 bukan alasan untuk tidak bisa berbisnis. Buktinya, ia tetap produktif dengan mengembangkan karirnya sebagai pelapak online.

Hery menegaskan, “Ngurus online ini enaknya kita saja, tidak terikat waktu jam kantor juga. Jadi kenapa tidak bisa?”

“Jadi kalau ada orderan di Bukalapak, kita akan mendapat notifikasi email. Kita bisa packing kapan saja, seperti waktu santai saat pulang kerja. Gitu enaknya jualan online.

Hery sendiri aktif di komunitas Bukalapak. Ketika Bukalapak mengadakan silaturahmi di Pontianak, Hery menyempatkan diri untuk terus berbincang sampai malam dengan pelapak senior lain dari Pontianak dan luar daerah sambil bersama menikmati kopi.

Maklum, budaya minum kopi di kota Pontianak memang cukup berkembang, bahkan Presiden Jokowi sempat mampir di sebuah kedai kopi di kota itu.

Generasi tua maupun muda lokal hobi berkumpul di kedai kopi sambil berbagi melepas penat, berbagi pikiran, atau sekadar nongkrong bersama kawan-kawan.

(Tom/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Source link