Produksi Ponsel Made in Indonesia Tembus 60,5 Juta Unit

by

Jakarta – Selama lima tahun terakhir, produksi ponsel di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), hal ini terjadi karena upaya besar pemerintah dalam memacu perkembangan di sektor telekomunikasi dan informatika.

Selain itu, pertumbuhan ini juga tak lepas dari implementasi aturan (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 4G kepada tiga perangkat, mulai dari ponsel, komputer genggam, hingga komputer tablet.

“Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya yang dikutip Tekno Liputan6.com pada Selasa (20/2/2018).

Kemenperin sendiri mencatat, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai US$ 3 miliar pada 2013. Sementara, produksi ponsel ‘Made in Indonesia’ mencapai sekitar 105 ribu saja untuk dua merek lokal. Karena itu, pemerintah menetapkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produtivitas di dalam negeri.

Dan pada 2014, impor ponsel akhirnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit dengan nilai US$ 2,3 miliar.

Kemudian pada 2015, produk impor merosot 40 persen menjadi 37 juta unit dengan nilai US$ 2,3 miliar. Pada saat itu, produksi ponsel dalam negeri meroket 700 persen menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

Barulah pada 2016, produk impor ponsel menurun drastis sebanyak 36 persen menjadi 18,5 juta unit dengan US$ 775 juta. Di saat itu pun, produksi ponsel Made in Indonesia juga meningkat 36 persen menjadi 68 juta unit.

“Dan, tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal,” lanjut Airlangga menjelaskan.

Kesebelas merek lokal tersebut meliputi SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Ponsel nasional ini dianggap memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas

“Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga terhadap produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,” tegas Airlangga

Source link