Tak Perlu Repot BAB, Ada ‘Toilet’ di Dalam Kostum Astronot NASA

by

Masih seputar astronot, studi terbaru mengungkap kalau astronot dapat mengalami demam di luar angkasa. Bahkan demam ini dapat menyerang astronot saat tubuh mereka beristirahat atau sedang tidak melakukan hal apa pun. 

Sebagaimana dikutip dari Science Alert, Rabu (9/1/2017), studi ini mengungkap bagaimana tubuh manusia bereaksi saat berada di luar bumi. Disebutkan bahwa suhu badan manusia dapat memicu demam.

Diketahui, suhu badan manusia tidak akan naik secara instan, melainkan bertahap selama beberapa bulan saat tubuh mereka menyesuaikan dengan kondisi di luar angkasa tanpa gravitasi. Hal ini berdasarkan pemeriksaaan yang dilakukan sebelum dan sesudah perjalanan ke International Space Station (ISS).

Dalam risetnya yang dipublikasikan di Scientific Reports ini, setelah dua setengah bulan, suhu tubuh astronot dapat mencapai 40 derajat celsius selama masa pelatihan di ISS dan turun 1 derajat celsius dari suhu normal menjadi 37 persen, meski astronot tidak melakukan hal apa pun.

“Pada penelitian ini, kami mengembangkan teknologi baru yang menggabungkan sensor suhu di permukaan kulit dengan sensor panas. Sensor ini mampu mengukur perubahan sekecil apa pun pada suhu di pembuluh darah arteri,” ungkap perwakilan tim riset, Hanns-Christian Gunga dari Charité Universitätsmedizin Berlin Clinic di Jerman.

Sekadar informasi, penelitian ini merupakan studi mencari tahu dan mempelajari bagaimana manusia mengatasi perjalanan jauh di luar angkasa.

Sejauh ini, sejumlah penelitian yang telah dilakukan, mengungkap bagaimana bobot badan dapat memengaruhi suhu tubuh inti (CBT). Suhu tubuh inti sangat krusial terhadap sistem biologis tubuh manusia. 

 

Source link