Tricorder Star Trek Mendekati Kenyataan

by
17DD5D27-97AF-4D57-9704-421E6A911719_cx0_cy6_cw0_w1200_r1_s.jpg

Walaupun ultrasound dan sinar-x membantu dokter untuk mendiagnosa berbagai penyakit mulai dari kanker payudara hingga batu ginjal, pemindaian tersebut tidak dapat mengungkapkan apa yang ada di dalam massa. Informasi langsung itu bisa membantu jutaan pasien menghindari stres dan operasi yang tidak perlu.

Periset dari Universitas Purdue dan Boston sedang mengembangkan teknologi pemindaian internal tersebut. Dr. Ji-Xin Cheng telah mencurahkan perhatiannya untuk sesuatu yang sampai sekarang masih terdengar mirip fiksi ilmiah. Dia dan timnya telah mengembangkan beberapa alat bantu diagnosa kesehatan yang menggunakan suara dan cahaya.

“Pada akhirnya kami ingin membuat perangkat seperti tricorder Star Trek, jadi impian kami adalah membuat film menjadi praktik yang nyata,” kata Ji.

Dalam seri fiksi ilmiah Star Trek, tricorder diarahkan ke pasien untuk mengumpulkan informasi.

Baca Juga :   Xiaomi Siap Luncurkan Smartphone Gaming Pesaing Razer

Dalam pengobatan konvensional, ahli bedah harus memotong jaringan tertentu untuk dianalisa, atau menyuntik pasien dengan pewarna kontras dan nanopartikel yang mungkin berbahaya agar jaringan yang dituju menyala dan bisa dipelajari.

Anggota tim itu, Jesse Vhang, menjelaskan teknik mereka – yang disebut “pencitraan bebas label” – menghilangkan prosedur invasif atau beracun dengan memantulkan cahaya dari molekul di tumor.

“Kita tidak butuh label. Pada dasarnya kita dapat mengamati getaran molekul dan getaran ini dapat menghasilkan sinyal di mikroskop kita,” ujar Vhang.

Getaran tersebut berfungsi sebagai sidik jari molekuler yang unik untuk setiap jenis molekul. Polanya dapat dipetakan untuk mengidentifikasi hal-hal seperti lipid, protein, dan asam nukleat. Intinya, perangkat itu memberi dokter kemampuan untuk melihat pasien dalam tiga dimensi, bukan dua dimensi.

Baca Juga :   Anies Gandeng Norwegia dan Denmark untuk Tangani Sampah di Jakarta

“Misalnya kita bisa menggunakan ini untuk membuat gambar sampel biologis pasien. Kita bisa melihat apakah pasien menderita kanker yang biasanya menumpuk lipid,” tambahnya.

Perangkat pencitraan bebas label tampaknya bisa digunakan untuk mengidentifikasi penyakit ginjal, hati, dan kanker payudara.

Satu perangkat yang disebut MarginPAT, yang didanai oleh Institut Kesehatan Nasional AS, juga akan membantu ahli bedah kanker payudara menyingkirkan tumor dengan lebih efisien dan akurat. Di Amerika Serikat, sekitar seperempat dari semua pasien kanker payudara harus menjalani operasi kedua untuk menghilangkan sel-sel ganas yang tertinggal.

Pembuatnya berharap MarginPAT akan mengurangi jumlah operasi tersebut secara drastis.

Baca Juga :   Tiongkok Bangun Pusat Kecerdasan Buatan Internasional

Cheng dan rekannya, Dr. Pu Wang, mendirikan Vibronix untuk memproduksi perangkat ini. Wang mengatakan perangkat itu bisa merevolusi ilmu kedokteran di seluruh dunia.

“Saya pikir ini akan berguna di China daratan di mana praktik medis tidak sebaik rumah sakit kelas satu di kota-kota besar atau di luar negeri. Mereka dapat menggunakan perangkat tersebut untuk melakukan operasi yang sama seperti dokter di kota besar,” kata Dr. Pu.

Jika semua berjalan seperti yang direncanakan, MarginPAT akan dipasarkan dalam waktu tiga tahun dan beberapa perangkat pencitraan bebas label Cheng lainnya mungkin segera menyusul, membuat mimpinya mewujudkan tricorder Star Trek dalam kehidupan nyata selangkah lebih dekat. [as/lt]

Source link